3 Berita Viral yang Terjadi di Kongo dalam Beberapa Bulan Ini – Dalam 3 bulan terakhir ini, penduduk di benua Afrika digemparkan dengan pemberitaan terkait aksi
kejahatan yang terjadi di Kongo. Diketahui aksi kejahatan yang terjadi di Kongo itu disebabkan oleh para kelompok bersenjata. Di mana para kelompok bersenjata itu memiliki misi untuk bisa menguasai wilayah Kongo dan sekitarnya. Untuk lebih jelasnya Bagaimana berita viral yang terjadi di Kongo itu langsung saja baca ulasan berikut ini.

Mengerikan! Dilaporkan Sebanyak 46 Orang di Kongo Dibantai oleh Puluhan Kelompok Bersenjata

Dilansir dari kantor berita AFP, pada hari Selasa 13 Juli 2023 terjadi serangan milisi pada sebuah kamp pengungsian di Republik Diplomatik Kongo. Akibat peristiwa itu sebanyak 46 orang dinyatakan tewas dan separuhnya merupakan anak-anak. Menurut Richard Dheda yang merupakan seorang pejabat pemerintahan setempat, mengatakan jika aksi penyerangan itu terjadi dalam waktu lama yakni minggu malam hingga senin pagi. Dimana berdasarkan data pelacak keamanan kivu yang berbasis di timur Kongo, terhitung jika korban tewas mencapai 46 orang. Diketahui dari 46 orang itu 23 di antaranya merupakan anak-anak. Meskipun sudah diketahui berapa banyak korban yang tewas, tetapi data tersebut masih bersifat sementara. Hal itu dikarenakan proses pencarian para korban tewas hingga saat ini masih berlangsung. Perlu diketahui bahwa di Kongo, aksi seperti itu bukanlah yang pertama kali terjadi. Melainkan sebelumnya milisi CODECO telah melakukan penyerangan di wilayah Mahagi, Ituli pada Sabtu malam yang menyebabkan tujuh warga sipil meninggal dunia. Diperkirakan kelompok bersenjata itu telah melakukan kegiatan pembantaian lebih dari 60 orang dalam 1 serangan yang sangat mengerikan tersebut.

18 Orang Dikabarkan Tewas Setelah Para Pemberontak Menyerang Desa-Desa Kecil di Kongo

Pada akhir pekan yang lalu, di provinsi Ituri Kongo Timur terjadi aksi penyerangan yang dilakukan oleh pemberontak. Diketahui para pemberontak itu menyerang desa-desa kecil yang berada di sekitar Ituri Kongo Timur dan mengakibatkan sebanyak 18 orang tewas. Adapun beberapa daftar desa yang diserang oleh para pemberontak itu pada akhir pekan lalu seperti Mutuyeyi, Bulesi dan Bakembele.

Aksi kekerasan yang terjadi di Ituri Kongo Timur itu sebenarnya sudah membara sejak beberapa dekade terakhir ini. Di mana sebanyak 120 kelompok bersenjata itu menginginkan bisa merebut sumber daya, kekuasaan dan tanah yang ada di sana. Bukan hanya itu saja namun tujuan para kelompok itu melakukan aksi kekerasan tersebut juga untuk mempertahankan komunitasnya. Serangan yang dilakukan itu, dipercaya masih termasuk ke dalam bagian kelompok negara Islam (ISIS) yang akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan. Setidaknya pada bulan April yang lalu, sebanyak 30 orang di Ituri dinyatakan tewas. Selain itu pada bulan Mei sebanyak 17 penduduk di provinsi North Kivu juga dinyatakan tewas.

Sebenarnya para pemberontak itu awalnya hanya beroperasi pada satu provinsi saja yakni Kivu Utara, namun seiring berkembangnya zaman mereka mencoba untuk memperluas aksinya dengan menjarah wilayah Ituri. Akibat peristiwa itu lebih dari 144 penduduk mengungsi pada bulan Januari hingga Februari.
Dalam rangka untuk mengatasi permasalahan ini tentara Kongo beserta pasukan Uganda telah mencoba memukul mundur para pemberontak. Tapi sayangnya tindakan yang dilakukan oleh para pasukan tersebut tidak membuahkan hasil dan membuat ADF terus melakukan ekspansi ke Ituri pada tahun 2021 yang lalu. Aksi ekspansi yang dilakukan oleh ADF itu berupa tindakan eksploitasi ketenangan dan mengisi kekosongan keamanan.

3 Berita Viral yang Terjadi di Kongo dalam Beberapa Bulan Ini

Total dalam Kurun Waktu 3 Bulan Sebanyak 600 Penduduk di Kongo Dibunuh

Bisa dibilang jika saat ini Kongo sedang mengalami permasalahan terkait sistem keamanan negaranya. Pasalnya aksi pemberontakan yang terjadi di Republik diplomatik kongo Timur dari hari ke hari terus menunjukkan peningkatan. Bahkan akibat aksi pemberontakan itu tercatat lebih dari 600 penduduk di Kongo Timur dinyatakan tewas dalam 3 bulan terakhir ini.
Hal itu disampaikan langsung oleh Martha Pobee yang merupakan wakil sekretaris jenderal PBB untuk wilayah Afrika pada senin 26 Juni 2023 lalu. Menurut Martha Pembunuhan terhadap penduduk Kongo Timur itu disebabkan oleh serangan dari kelompok milisi CODECO dan ADF.

Dikabarkan hingga saat ini PBB terus melakukan pemantauan terkait keamanan yang terjadi di RD Kongo Timur. Dari pengamatan yang dilakukannya itu PBB mengatakan jika kondisi keamanan di wilayah tersebut terus memburuk meskipun sudah ada periode jeda aksi bersenjata. Situasi keamanan yang memburuk itu semakin parah pagi akibat situasi di provinsi Ituri. Di mana di provinsi Ituri tercatat sebanyak 600 kasus kematian telah terjadi dan membuat daerah tersebut mengalami kekosongan sistem keamanan dikarenakan adanya pemindahan pasukan ke Kivu Utara.Oleh karena itu, PBB menekan betapa pentingnya pengarahan kembali para pasukan keamanan pemerintahan khususnya di daerah Ituri untuk memperbaiki otoritas dan stabilitas wilayah tersebut.

Tidak hanya itu saja namun PBB juga meminta agar semua kelompok bersenjata untuk segera menggantikan aksi pemberontakan tersebut. Pasalnya akibat dari kelompok bersenjata itu banyak sekali masyarakat yang tidak bersalah menjadi korbannya. Terutama bagi penduduk yang tidak mampu bertahan terhadap perlindungan di negara tersebut. Di mana konsekuensi bagi penduduk yang tidak bisa bertahan itu yakni ketidakhadirannya sangatlah mengkhawatirkan.

Demikianlah ulasan singkat tentang 3 berita viral terkait kekerasan yang terjadi di Kongo beberapa waktu lalu. Bahkan saking viralnya dari ketiga berita di atas banyak portal di berbagai negara yang menyiarkannya termasuk Indonesia.

Back To Top